Sabtu, 16 Januari 2010

Yang Paling Mudah Ditinggalkan

Barangkali diantara sekian banyak jenis kewajiban yang harus dilaksanakan, hanya satu inilah yang paling mudah kita tinggalkan (termasuk saya....jujur). Gak tau kenapa ya. Kita selalu memberikan alasan "ntar aja", "masih lama lagi". Saking masih lama waktunya eh ternyata kegiatan kita yang lebih lama. Akhirnya tinggal dech.
Apakah itu saudaraku? SHALAT! Itulah kewajiban yang mudah sekali kita tinggalkan. Padahal kita tau SHALAT itu wajib hukumnya. Lantas kenapa kok kita seenaknya ninggalin begitu aja. Terkadang merasa gak bersalah lagi, seperti gak ada kejadian aja.
Ini salah satu keberhasilan syaitan laknatullah. Dia bergembira karena hati kita mengikuti hasutannya. Dasar Syaitan! Mang gak ada belas kasihan dan gak ada OTAK! Enak aja menghasut kita untuk meninggalkan kewajiban. Tantangannya kan NERAKA. Tapi....kalau dipikir lagi, eh yang gak ada OTAK itu justru kita (wah.... kena dech..). Gimana gak, udah tau Syaitan yang benar-benar nyata sebagai musuh kita umat manusia (khususnya umat muslim). Kok masih mengiyakan hasutannya. Makanya jangan berteman ama Syaitan lagi dech. Rugi!.
Kalau kita balik lagi sejarah kehidupan si Syaitan ini. Kan memang udah sejak zamannya Nabi Adam diciptakan, Syaitan ini sombongnya minta ampun. Diperintahkan oleh Allah untuk sujud kepada Nabi Adam. Wah...dengan sombongnya berkata, "kenapa saya harus sujud kepada Adam ya Allah, si Adam diciptakan dari tanah sedangkan saya dari api. Tentunya yang paling mulia ya saya ya Allah. Gak pantas sujud sama Adam". wuihhhh lagaknya Syaitan.
Tapi Saudaraku perlu kita sadari memang kitanya juga sih yang salah. Kenapa kita mau untuk mengikuti ajakan syaitan ketimbang ajakan Allah. Inilah hal yang terbesar yang selalu melanda kita (termasuk juga saya). Padahal Allah mengatakan dalam firmannya, " shalat itu mencegah kita dari perbuatan keji dan munkar". Sangat jelas sekali Allah mengatakan. Tapi kembali kita bertanya pada diri kita sendiri (termasuk saya pribadi), "Kenapa kita begitu rapuh sekali?".
Saudaraku sekalian, posting saya kali ini bukanlah bermaksud menggurui dan sok-sok alim. Hanya sebagai pengingat khususnya bagi diri saya pribadi. Agar saya selalu melaksanakan kewajiban itu dimana pun saya berada dan bagaimana pun situasi dan kondisi saya. Sebagai seorang yang meyakini ISLAM sebagai agama saya. Saya juga akui shalat saya pun masih banyak bolong-bolongnya. Mudah-mudahan posting kali ini, dapat selalu membuat saya sadar akan kewajiban yang telah digariskan oleh ALLAH SWT. Disamping itu saya juga ingin menebar sebuah pesan kebaikan untuk saudara-saudaraku dimana pun anda berada. Saya ingin menolong Saudara-saudaraku melalui pesan kebaikan ini. Sebagaimana Allah mengatakan dalam firmannya, " bertolong-tolonganlah kamu dalam kebaikan dan janganlah kamu bertolong-tolongan dalam berbuat kejahatan dan kemungkaran".
Mudah-mudahan upaya kecil saya ini dapat memberikan kesadaran untuk pribadi saya dan anda sekalian saudara-saudaraku. Semoga Allah selalu melindungi kita dari kejahatan Syaitan yang terkutuk. Dan semoga kita selalu dalam bimbingan Allah SWT. Amin ya rabbal alamin.

Selasa, 12 Januari 2010

Ibuku Pusing lagi

MamaSaat ku pulang istirahat siang, ku lihat ibuku tidur di ruangan tengah depan televisi."Duh, napa lagi mama ya?", tanyaku dalam hati. Jujur saja kalau aku udah lihat mama ku tertidur seperti itu, selalu saja muncul dalam benak ini kalau ibu ku tidak dalam kondisi sehat. Terkadang hal itu selalu membuat aku risau.Tidak ada hal yang paling bahagia rasanya kalau melihat ibu kita sehat dan selalu ceria.

Trus kutanya, "Napa ma?. Kemudian dia menjawab," kepala mama pusing". Pasti tekanan darahnya naik lagi. Padahal seminggu yang lalu baru juga mengalami hal yang sama. Risau kali aku jika udah demikian.

Dalam shalatku selalu memohon pada Sang Khaliq untuk diberikan kesehatan kepada kedua orang tuaku dan keluargaku. Semoga mamaku segera sembuh.Ya Allah sembuhkan ibuku, agar beliau dapat beraktifitas seperti semula. Amin

Selasa, 22 Desember 2009

Ma...I Love You........

Hari ini tepat tanggal 22 Desember. Adalah hari yang telah ditetapkan sebagai hari memperingati jasa dan pengorbanan seorang ibu. Seorang wanita tegar, dengan kerelaannya dia berikan nyawa sebagai taruhannya. Agar sibuah hati dapat hidup dan tumbuh sesuai harapan. Beliau sanggup memikul beban apapun itu jenisnya. Tatkala sibuah hati masih dalam kandungan, dalam kepayahan dan beban berat beliau justru merasa senang dan gembira.
Tiba saatnya sibuah hati lahir ke dunia. Air mata mengalir tanpa beliau sadari, karena gembira melahiran sibuah hati harapan bunda. Tatkala sibuah hati menangis dalam pelukan bunda, justru bunda malah tersenyum. Kemanakah rasa sakit dan pedih yang dirasakan saat melahirkan?. Semuanya hilang. Hilang digantikan dengan kegembiraan. Begitu pula dengan ayah, dengan perasaan senang dan begitu semangatnya beliau peluk ananda kecil. Lalu ia azankan ditelinga kanan dan iqamat ditelinga kiri. Dengan harapan semoga ananda selalu mendengarkan Asma Allah.
Bunda menjaga dan merawat hingga si buah hati tumbuh dengan baik. Bunda selalu melayani kebutuhan ananda. Sabar dengan segala kelakuan ananda. Bunda rela terbangun ditengah malam saat yang lain tertidur lelap. Tidakkah beliau merasa lelah?. Tidak!. Itulah jawaban yang keluar dari bibir sang bunda.
Justru kenapa saat ananda sudah tumbuh menjadi pribadi yang sukses. Sanggup melupakan segala jasa dan pengorbanan yang teramat besar dari seorang ibu. Apakah ibu dan ayah berasal dari keluarga yang miskin? cacat? buruk? bau? Yang membuat kita jijik dan lebih baik menjauh dari mereka? Tidakkah kita ingat itu semua? Sangat MUNAFIK, kalau kita katakan tidak ingat akan itu semua. Pengorbanan mana yang tidak kita akui. Begitu hebatkah kita. Jangan Saudaraku.
Di hari ibu ini adalah peluang bagi kita, untuk segera meraih tangan bunda. Untuk mencium tangannya yang sudah menjaga kita dari kecil, yang menyuapkan kita makan. Bunda rela tidak makan sebelum ananda makan. Marilah raih tangan bunda, ucapkan ampun dan maaf atas segala kekhilafan kita.

Happy Mother's Day to You Mom

Jumat, 02 Oktober 2009

Gempa Sumbar : Alhamdulillah Keluargaku Selamat

Alhamdulillah usahaku untuk terus menghubungi keluarga ku di Pesisir Selatan tepatnya daerah Tarusan dan Painan berhasil, walau hanya melalui SMS pagi ini. Keluarga mak uwo ku dan anaknya selamat dan abangku yang tertua yang kebetulan sedang cuti kesana juga selamat.

SMS yang kuterima tadi pagi mengabarkan bahwa abangku tertua sudah berangkat ke Padang pukul 7.00. Dan juga diinformasikan akses jalan Padang- Solok dan Padang-Bukit Tinggi putus total.

Lega rasanya hati ini karena sudah mengetahui keadaan mereka yang sebenarnya. Cuma yang masih belum dapat informasi tentang kerusakan fisik yang terjadi disana. Rumah yang didiami oleh mak uwoku beberapa waktu yang lalu juga pernah terjadi gempa, rumah itu ada yang retak. Semoga semuanya Gak apa-apa dan selamat.

Kamis, 01 Oktober 2009

Gempa Sumbar : Semoga Keluargaku Selamat

Hingga detik ini aku belum dapat menghubungi sanak familiku yang berada di daerah Pesisir Selatan tepatnya daerah Tarusan dan Painan. Karena adanya gangguan komunikasi. Bahkan aku sudah mencoba menghubungi mereka sejak sore kejadian gempa terjadi. Hubungan keluargaku yang di Tarusan adalah kakak ibuku yang biasa kami panggil dengan sebutan "mak uwo", sedangkan yang di Painan adalah abang sepupuku yang tidak lain adalah anak dari mak uwo ku itu. Abangku itu saat ini bekerja di kantor Bupati Pesisir Selatan. Aku juga mencoba menghubungi ke kantornya juga tidak dapat.

Selain itu bapak dan abangku yang nomor satu, yang kebetulan mereka juga pulang kampung ke kampungnya bapak ku di daerah Lintau. Alhamdulillah Bapak gak apa-apa karena kami udah berkomunikasi. Cuma abangku kebetulan pergi mengunjungi mak uwo ku sebelum kejadian gempa. Nah hingga saat ini juga belum dapat aku hubungi melalui telpon selulernya. Cemas sih memang rasanya sebelum berita yang sebenarnya tentang keadaan mereka. Tapi aku berharap semoga semuanya dalam keadaan selamat dan dalam lindungan Allah SWT.Amin

Rabu, 30 September 2009

Aku Masih Sayang Padamu!!!

Sayang.....
Bukan maksudku untuk membiarkanmu
Bukan aku tega untuk menelantarkanmu
Bukan aku kejam dan sengaja melupakanmu

Tapi memang karena kesibukan ku
Sehingga aku tidak pernah mendekatimu

Sayang....
Kuharap engkau dapat memahami keadaanku saat ini

Sayang...
Aku berjanji akan tetap selalu menjagamu
Aku akan senantiasa merawatmu
Dan aku akan berusaha menjadikan mu sebuah Blog yang selalu disayangi semua orang

Kamis, 06 Agustus 2009

In Memoriam .... Hj.Wahyu Estiningsih

KEPADA PARA PEMBACA BLOG SAYA
DENGAN KEMURAHAN HATI REKAN-REKAN SAYA MOHON UNTUK DAPAT MEMBACAKAN AL FATIHAH SEBAGAI HADIAH UNTUK ALMARHUMAH Hj.WAHYU ESTININGSIH.

AL FATIHAH........

Tidak terasa sudah delapan bulan ibu meninggalkan kami, siswa-siswi yang dulu pernah ibu ajar di SMU Negeri 2 Dumai. Bidang studi yang tidak semua siswa suka yaitu Bahasa Inggris. Dengan cara dan metoda ibu sendiri, bagaimana untuk mendekatkan diri dengan kami. Kami sadar bahwa kami semua sesungguhnya tidaklah layak disebut sebagai siswa-siswi yang baik. Karena kami selalu membuat ibu mengurut dada, tapi kami kagum ...ibu begitu mudahnya untuk dekat dengan kami.

Yah... bagi yang berkelakuan baik, tentu mudah bagi ibu untuk dekat.Tapi malah justru yang berkelakuan kurang baik pun, ibu jauh lebih mudah untuk mendekatinya. Sebuah kekaguman yang tidak dapat kami hilangkankan dari ingatan kami buk....

Masih ingat dalam ingatan kami. Saat ibu menjadi koordinator untuk merenovasi mushalla sekolah kita, ibu libatkan semua siswa yang dengan berbagai macam kelakuan untuk turut membantu. Entah bagaimana cara tersembunyi yang ibu miliki, sehingga semuanya terlibat. Yang paling herannya buk...teman-teman yang selama ini tidak pernah dekat ke mushalla turut datang membantu.

Hingga kami tamat pun kita masih sering ngumpul dirumah ibuk..., ada saja kegiatan yang kita buat. Bakar ikan,bakar ayam, buat nasi goreng,bakar ubi...... trus ibu juga mengizinkan teman-teman untuk latihan band di rumah ibuk.

Tapi sekarang.... itu semua tidak bisa kita adakan lagi buk....., kenangan indah yang pernah kita lalui bersama-sama, ketawa bersama, makan bareng, buka puasa yang setiap tahun selalu kita adakan buk, udah gak bakalan ada lagi.....

Buk...ternyata Allah lebih sayang ibuk.........., Allah memberikan pelajaran kepada kami..... untuk selalu ingat dan dekat dengan Allah.....karena kita semua akan menuju ke suatu tempat yang kekal, jauh lebih kekal dari dunia...dan mungkin juga Allah memberikan suatu nasehat yang berharga.....bagaimana kami harus lalui kehidupan ini tanpa ibuk.......,

Buk....maafkan kami atas segala kelakuan kami yang kurang menyenangkan selama ini....walaupun saat ini ibuk sudah tiada, tapi nama ibuk selalu dihati kami.

Ya Allah tempatkanlah ibu Hj.Wahyu Estiningsih ditempat orang-orang yang engkau ridhai
Lapangkanlah kuburnya, Terangkalah kuburnya Ya Allah....
Terimalah segala amal ibadahnya ya Allah....Amin.