Minggu, 16 Juni 2013

HAI....APA KABAR

Apa kabarnya nich, udah lama sekali tidak update blog ku ingin. Yah maklum saja karena kesibukan. Sehingga tidak sempat untuk posting, perkembangan terbaru,,,,,

Sabtu, 12 November 2011

SAKRAL : 11.11.11

Alhamdulillah, ijab kabul ku pagi ini berjalan dengan lancar.
Hanya sekali saja, tanpa ada pengulangan.....
Alhamdulillah Ya Allah....

Minggu, 29 Agustus 2010

Buka Bersama..


Bahagia sekali rasanya hari ini aku dan keluarga buka bersama.

Jumat, 27 Agustus 2010

Alhamdulillah sudah 17 hari......

Tidak terasa sudah 17 hari Ramadhan 1431 H kita lalui. Selama itu pula kita menjaga dan memelihara puasa. Agar puasa yang telah kita jalani tersebut dapat diterima oleh Allah SWT.
Memang sih kita tidak tau, bagaimana sesungguhnya puasa yang kita laksanakan tersebut. Apakah Allah dapat menerima puasa yang kita jalani. Ataukah hanya sebuah kesia-siaan belaka. Kenapa saya katakan demikian. Karena banyak diantara kita terkadang hanya melaksanakan suatu kewajiban. Yakni menjalankan ibadah puasa pada bulan Ramadhan, yang kita semua tau bahwa kewajiban itu merupakan salah satu rukun iman.
Tetapi makna ibadah sesungguhnya dalan berpuasa tidak kita cermati lebih serius. Kita selalu lupa bagaimana seharusnya kita berpuasa itu. Terkadang tanpa disadari kita mudah berburuk sangka dengan orang lain, menceritakan orang lain, berkata yang kurang baik dan banyak lagi.
Sehingga kita hanya mendapat lapar dan haus. Padahal puasa adalah menahan diri dari makan dan minum serta menahan segala sesuatu yang dapat merusak puasa. Tetapi sebagai manusia itulah kelemahan kita. Namun demikian, selalu kita perbarui kelemahan-kelemahan tersebut dengan cara lebih mencermati arti puasa itu sendiri. Agar puasa yang kita dapat diterima oleh Allah SWT. Amin

Sabtu, 16 Januari 2010

Yang Paling Mudah Ditinggalkan

Barangkali diantara sekian banyak jenis kewajiban yang harus dilaksanakan, hanya satu inilah yang paling mudah kita tinggalkan (termasuk saya....jujur). Gak tau kenapa ya. Kita selalu memberikan alasan "ntar aja", "masih lama lagi". Saking masih lama waktunya eh ternyata kegiatan kita yang lebih lama. Akhirnya tinggal dech.
Apakah itu saudaraku? SHALAT! Itulah kewajiban yang mudah sekali kita tinggalkan. Padahal kita tau SHALAT itu wajib hukumnya. Lantas kenapa kok kita seenaknya ninggalin begitu aja. Terkadang merasa gak bersalah lagi, seperti gak ada kejadian aja.
Ini salah satu keberhasilan syaitan laknatullah. Dia bergembira karena hati kita mengikuti hasutannya. Dasar Syaitan! Mang gak ada belas kasihan dan gak ada OTAK! Enak aja menghasut kita untuk meninggalkan kewajiban. Tantangannya kan NERAKA. Tapi....kalau dipikir lagi, eh yang gak ada OTAK itu justru kita (wah.... kena dech..). Gimana gak, udah tau Syaitan yang benar-benar nyata sebagai musuh kita umat manusia (khususnya umat muslim). Kok masih mengiyakan hasutannya. Makanya jangan berteman ama Syaitan lagi dech. Rugi!.
Kalau kita balik lagi sejarah kehidupan si Syaitan ini. Kan memang udah sejak zamannya Nabi Adam diciptakan, Syaitan ini sombongnya minta ampun. Diperintahkan oleh Allah untuk sujud kepada Nabi Adam. Wah...dengan sombongnya berkata, "kenapa saya harus sujud kepada Adam ya Allah, si Adam diciptakan dari tanah sedangkan saya dari api. Tentunya yang paling mulia ya saya ya Allah. Gak pantas sujud sama Adam". wuihhhh lagaknya Syaitan.
Tapi Saudaraku perlu kita sadari memang kitanya juga sih yang salah. Kenapa kita mau untuk mengikuti ajakan syaitan ketimbang ajakan Allah. Inilah hal yang terbesar yang selalu melanda kita (termasuk juga saya). Padahal Allah mengatakan dalam firmannya, " shalat itu mencegah kita dari perbuatan keji dan munkar". Sangat jelas sekali Allah mengatakan. Tapi kembali kita bertanya pada diri kita sendiri (termasuk saya pribadi), "Kenapa kita begitu rapuh sekali?".
Saudaraku sekalian, posting saya kali ini bukanlah bermaksud menggurui dan sok-sok alim. Hanya sebagai pengingat khususnya bagi diri saya pribadi. Agar saya selalu melaksanakan kewajiban itu dimana pun saya berada dan bagaimana pun situasi dan kondisi saya. Sebagai seorang yang meyakini ISLAM sebagai agama saya. Saya juga akui shalat saya pun masih banyak bolong-bolongnya. Mudah-mudahan posting kali ini, dapat selalu membuat saya sadar akan kewajiban yang telah digariskan oleh ALLAH SWT. Disamping itu saya juga ingin menebar sebuah pesan kebaikan untuk saudara-saudaraku dimana pun anda berada. Saya ingin menolong Saudara-saudaraku melalui pesan kebaikan ini. Sebagaimana Allah mengatakan dalam firmannya, " bertolong-tolonganlah kamu dalam kebaikan dan janganlah kamu bertolong-tolongan dalam berbuat kejahatan dan kemungkaran".
Mudah-mudahan upaya kecil saya ini dapat memberikan kesadaran untuk pribadi saya dan anda sekalian saudara-saudaraku. Semoga Allah selalu melindungi kita dari kejahatan Syaitan yang terkutuk. Dan semoga kita selalu dalam bimbingan Allah SWT. Amin ya rabbal alamin.

Selasa, 12 Januari 2010

Ibuku Pusing lagi

MamaSaat ku pulang istirahat siang, ku lihat ibuku tidur di ruangan tengah depan televisi."Duh, napa lagi mama ya?", tanyaku dalam hati. Jujur saja kalau aku udah lihat mama ku tertidur seperti itu, selalu saja muncul dalam benak ini kalau ibu ku tidak dalam kondisi sehat. Terkadang hal itu selalu membuat aku risau.Tidak ada hal yang paling bahagia rasanya kalau melihat ibu kita sehat dan selalu ceria.

Trus kutanya, "Napa ma?. Kemudian dia menjawab," kepala mama pusing". Pasti tekanan darahnya naik lagi. Padahal seminggu yang lalu baru juga mengalami hal yang sama. Risau kali aku jika udah demikian.

Dalam shalatku selalu memohon pada Sang Khaliq untuk diberikan kesehatan kepada kedua orang tuaku dan keluargaku. Semoga mamaku segera sembuh.Ya Allah sembuhkan ibuku, agar beliau dapat beraktifitas seperti semula. Amin

Selasa, 22 Desember 2009

Ma...I Love You........

Hari ini tepat tanggal 22 Desember. Adalah hari yang telah ditetapkan sebagai hari memperingati jasa dan pengorbanan seorang ibu. Seorang wanita tegar, dengan kerelaannya dia berikan nyawa sebagai taruhannya. Agar sibuah hati dapat hidup dan tumbuh sesuai harapan. Beliau sanggup memikul beban apapun itu jenisnya. Tatkala sibuah hati masih dalam kandungan, dalam kepayahan dan beban berat beliau justru merasa senang dan gembira.
Tiba saatnya sibuah hati lahir ke dunia. Air mata mengalir tanpa beliau sadari, karena gembira melahiran sibuah hati harapan bunda. Tatkala sibuah hati menangis dalam pelukan bunda, justru bunda malah tersenyum. Kemanakah rasa sakit dan pedih yang dirasakan saat melahirkan?. Semuanya hilang. Hilang digantikan dengan kegembiraan. Begitu pula dengan ayah, dengan perasaan senang dan begitu semangatnya beliau peluk ananda kecil. Lalu ia azankan ditelinga kanan dan iqamat ditelinga kiri. Dengan harapan semoga ananda selalu mendengarkan Asma Allah.
Bunda menjaga dan merawat hingga si buah hati tumbuh dengan baik. Bunda selalu melayani kebutuhan ananda. Sabar dengan segala kelakuan ananda. Bunda rela terbangun ditengah malam saat yang lain tertidur lelap. Tidakkah beliau merasa lelah?. Tidak!. Itulah jawaban yang keluar dari bibir sang bunda.
Justru kenapa saat ananda sudah tumbuh menjadi pribadi yang sukses. Sanggup melupakan segala jasa dan pengorbanan yang teramat besar dari seorang ibu. Apakah ibu dan ayah berasal dari keluarga yang miskin? cacat? buruk? bau? Yang membuat kita jijik dan lebih baik menjauh dari mereka? Tidakkah kita ingat itu semua? Sangat MUNAFIK, kalau kita katakan tidak ingat akan itu semua. Pengorbanan mana yang tidak kita akui. Begitu hebatkah kita. Jangan Saudaraku.
Di hari ibu ini adalah peluang bagi kita, untuk segera meraih tangan bunda. Untuk mencium tangannya yang sudah menjaga kita dari kecil, yang menyuapkan kita makan. Bunda rela tidak makan sebelum ananda makan. Marilah raih tangan bunda, ucapkan ampun dan maaf atas segala kekhilafan kita.

Happy Mother's Day to You Mom